Selamat Datang Ramadan

24 Agustus 2010 06.39 By Firdaus


Tulisan yang terbilang terlambat. Saat saya menuliskan ini, saya baru saja pulang dari masjid untuk sholat subuh di hari ke-14 ramadan, hampir separuh dari bulan yang penuh berkah ini. Semuanya karena kesibukan yang melanda keseharian saya. Dimulai dari penyusunan Karya Tulis Tugas Akhir yang mendekati dead line serta Ujian Tengah Semester yang berlangsung sejak awal bulan suci ini. Semuanya menuntut konsentrasi dan kefokusan yang membuat blog ini (lagi-lagi) terbengkalai (alasan pembenaran).
Tapi tidak ada kata terlambat untuk memohon maaf. Lewat media ini saya sekeluarga memohon maaf jika sekiranya ada kesalahan selama 11 bulan sebelumnya. Semoga ramadan kali ini membawa kita semua kembali ke fitrah. Amin....
Bulan Ramadan selalu terasa berbeda dari bulan-bulan lainnya. Perbedaan itu salah satunya dari kebersamaan yang ada. Kebersamaan yang sangat terasa saat berbuka bersama teman-teman. Selalu ada cerita baru dan suasana baru setiap ramadan. Kebersamaan yang membuat menu yang paling sederhanapun menjadi sangat nikmat. Pun demikian dikala sahur. Saat subuh hari yang masih dingin dan penuh rasa kantuk, kami harus rela berjalan mencari sepiring nasi untuk bekal energi selama sehari.
Kebersamaan yang juga berbeda dari bulan-bulan lainnya adalah ketika menunaikan sholat tarwih. Masjid yang biasanya tidak penuh kini harus menyiapkan karpet tambahan meski hal ini paling lama bertahan hanya sekitar sepuluh hari. Ramadan mampu menjadi pemersatu umat islam yang dalam kondisi faktualnya banyak ternodai, bukan hanya karena kemunculan aliran-aliran yang dianggap sesat dan pengrusakan oleh ormas-ormas yang mengatas-namakan islam namun juga aksi terorisme yang selalu diidentikkan dengan agama islam yang nyata-nyata tidak membenarkan terorisme.

Waktu Biru

18 Agustus 2010 02.03 By Firdaus

Sang waktu bagiku kini kelabu
Ada sendu yang memburu

Kemarin sang waktu kukira bersemu
Namun dia ternyata menggerutu

Mungkin karena ragu
Atau mungkin karena biru

Apapun itu,
Entah ragu atau biru
Semuanya karena cinta yang menyemu

Kemarin kukira kita memilih waktu
untuk menggerus gebu
Tapi salah satu dari kita keliru
Karena rasa itu bukan gurau

Pict taken from http://haritsaja.files.wordpress.com

Tentang Air Mata

20 Juli 2010 21.19 By Firdaus , In

Kita semua tentu pernah menangis, mengeluarkan air mata tentunya. Dari mana datangnya air mata itu? Apa ada penampungan air di balik mata kita? Ataukah mata itu seperti balon berisi air? Menurut wikipedia, Air mata adalah kelenjar yang diproduksi oleh proses lakrimasi untuk membersikan mata. Kata lakrimasi juga dapat digunakan merujuk pada menangis. Emosi yang kuat juga dapat menyebabkan menangis, walaupun kebanyakan mamalia darat memiliki sistem lakrimasi untuk membiarkan mata mereka basah, manusia adalah mamalia satu-satunya yang memiliki emosi air mata.

Airmata melindungi mata dari kuman dan mengandung Lyzosime yang dapat membunuh berbagai macam mikroba. Lyzosime ini sendiri adalah zat desinfektan yang lebih keras dari zat-zat kimia yang digunakan untuk mendesinfeksi seluruh tubuh (sumber : kajian muslimah weblog ). Terdapat 3 macam tipe dasar air mata :
  1. Air mata basal : pada mata yang sehat, kornea selalu dipertahankan tetap basah dan menghambat masuknya debu. Beberapa kandungan didalamnya juga melawan infeksi bakteri sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
  2. Air mata refleks : yang disebabkan karena adanya iritasi oleh benda asing, atau karena adanya suatu bahan iritasi seperti uap bawang putih. Air mata ini berusaha mengeluarkan iritan yang telah kontak dengan mata.
  3. Air mata tangisan (air mata psikis) : yang disebabkan karena stres emosional yang kuat, depresi atau nyeri fisik.
 Beberapa fakta tentang air mata (sumber : http://hotkaskus.blogspot.com ) :
  1. Menangis merupakan cara alami untuk membuang unsur-unsur membahayakan dari tubuh manusia. Unsur-unsur ini diproduksi oleh tubuh saat manusia sedang mengalami keputusasaan dan ketakutan.
  2. Menangis dapat meredakan ketegangan jiwa.
  3. Perempuan lebih banyak menangis 4 kali lipat dari laki-laki. Karena hal ini juga rata-rata usia perempuan lebih panjang dari laki-laki. Karena terbukti menangis dapat mengeluarkan racun yang diproduksi tubuh melalui kucuran air mata Atau dengan kata lain, menahan air mata menyebabkan tumbuhnya racun.
  4. Menangis dapat memelihara kelembutan mata.
Dari fakta diatas, menangis ternyata sangat bermanfaat. Bukan saja membuang racun-racun di tubuh, namun juga dapat meredakan emosi jiwa. Sangat naif jika akhirnya ada kesan bahwa lelaki yang menangis adalah lelaki yang lemah. Menangislah, karena menangis itu sehat.

Tapi melihat kamu menangis hari ini, saya jadi ikut sedih. Ingin rasanya menghapus air mata itu dengan tawa, namun saya mungkin bukan siapa-siapa bagi kamu. Kita terlalu jauh untuk bisa saling berbagi. Semoga air mata kamu membawa berkah untukmu. Demikian juga dengan air mata saya yang suatu saat pasti tumpah, bisa jadi beberapa detik lagi, mungkin beberapa bulan lagi.

Picture taking from http://rinduku.files.wordpress.com

Nasihat untuk sebuah Hubungan

15 Juli 2010 10.35 By Firdaus , In

Sudah beberapa hari, atau mungkin beberapa minggu. Selau saja masalah yang sama terjadi. KOMUNIKASI..... Kesibukan kita masing-masing bikin kita sulit meluangkan waktu yang cukup untuk saling bercerita satu sama lain. Namun kali ini beda rasanya. Entah kenapa, aku merasa kamu tidak peduli lagi bagaimana menyelesaikan masalah ini. Jangankan untuk mencari solusi, marah pun tidak. Kamu hanya diam, cuek, tidak peduli. Jujur, itu semua bikin aku jadi "feel so sad". Aku mungkin salah, kadang terlalu sibuk. Tapi, sebelum-sebelumnya gak pernah jadi masalah yang separah ini. Kamu kenapa???? Aku selalu berusaha ngerti kesibukan kamu, tapi kenapa kamu gak mau ngerti kesibukanku??? dan selalu menganggap akulah yang gak punya waktu???

Aku juga punya banyak masalah disini. Tugas kuliah, tugas akhir, kehidupan sosial yang cukup menguras waktu. Dan masalah ini bikin aku tertekan, stress. Belum lagi kondisi kesehatanku yang sampai sekarang belum 100 %. Apa kamu pernah mau peduli itu??? Atau setidaknya mau bertanya????
Aku orang yang sangat tertutup. Namun beban ini terlalu berat. Akhirnya aku pun meminta nasihat dari teman. Nasihat yang mungkin kamu pun harus dengarkan. 

"lhu dah jalan berapa lama???" tanya temanku
"Dua tahunan" Jawabku
"Gw dl pernah kek gini, udah 4 tahun 8 bulan"
"mungkin jarak yang jadi masalah" aku menyela dia
"iya, jarak memang pengaruh"
"dulu gw gitu. dia di Jakarta, gw di Semarang. Padahal itu udah sering pulang. Tapi itu dia, komunikasi udah gak sehat. Dan hidup kita udah beda. Waktu itu gw mikir kerja n dia masih having fun kuliah. Dan kami putus" dia mengenang kisahnya dulu
"gw berat buat putus" kataku
"perbaiki komunikasi"
"caranya????gw kan rada cuek orangnya"
"itu karena lhu muak, merasa terteror. Pas dia telpon, lhu bisa tiba-tiba males. Capek, muak...karena lhu merasa dituntut untuk selalu ada buat dia. Lhu gak boleh cuek. Dia juga punya perasaan. Dicuekin itu siksaan terkejam dalam sebuah hubungan boy.mending putus skalian,dari pada dicuekin..nggantung gitu..terombang ambing..lo bilang aja yg tegas..lo maunya gimana..dan lo bisanya gimana..beda tuh..mau dan bisa..apa yg kita mau, belum tentu kita bisa..omongin baik baik..batu jgn dilawan dgn batu.."
"hmmmmm"
"gw bukan nakut2in putus..itu kesalahan gw..gw juga gamaw putus..tapi gw ngalah..dya yg ga bisa LDR..yasuda..daripada dya terpaksa..klo suatu hubungan udah ada unsur terpaksa, hubungan itu ga ada ikhlas2nya..semua diperhitungkan..jadinya malah kaya gw udah ngelakuin ini utk lo, skrg lo juga harus nglakuin hal ini utk gw dong..... gitu lah.. ga sehat,,, surem.."
"berat ya???"
"bener.., komunikasi itu pondasi, boi..menentukan awal dan akhir..eh, tidur?????"
"hehehehehe -_- zzzzzzzzz doain yaaa....buatku...buat kita semua"
"always"

Nasihat yang sangat berarti dari temanku. Nasihat yang bukan berdasarkan kata-kata indah gak berdasar. Tapi nasihat dari realitas. Dari sebuah kenyataan yang pernah terjadi. Aku berharap bisa ngambil pelajaran. Aku gak mau gagal ma kamu. Karena aku tahu, aku sayang sama kamu ^_^ , dan aku berharap kamu mau mencoba.....

(dari kisah nyata dengan sedikit modifikasi)

UN oh UN

26 April 2010 20.08 By Firdaus , In

Mirissss...... Pemandangan yang sama hampir setiap tahun diperlihatkan di televisi. Sekumpulan remaja tanggung berpakaian putih abu-abu saling corat-coret baju. Ada juga yang saling semprot cat warna-warni ke rambut, konvoi motor tanpa helm, berdiri diatas motor, berteriak-teriak sampai ada yang saling siram air got. Berbeda dari jaman saya dulu, kini aksi itu ditambah dengan erangan, tangisan, histeria sampai kesurupan. Mereka yang bertingkah seperti yang saya sebutkan terakhir adalah mereka yang tidak lulus. Mereka yang nilainya tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Bahkan dari koran lokal Makassar saya membaca ada dua sekolah disana yang ketidaklulusannya 100 %. Parahhhhh....Apakah anak-anak Indonesia sebodoh itu????

Kesalahan Sistem Pendidikan

Saya tidak yakin anak-anak itu bodoh. Mereka hanya tidak tertarik pada sebagian besar apa yang mereka pelajari. Bayangkan saja, hampir seluruh anak sekolah di Indonesia mempelajari berbagai disiplin ilmu. Padahal dalam hati dan bakat mereka, mungkin hanya ada satu dua pelajaran yang pas bagi mereka. Bahkan di kampus pun saya banyak menemukan seorang mahasiswa yang tidak bisa mengerjakan tugas essai ekonominya, namun saat disuruh menjelaskan anatomi motor, dia akan menjelaskannya dengan sangat detil dan baik.Inilah yang saya anggap sebagai kegagalan sistem pendidikan kita. Sistem yang belum mampu menyaring bakat anak-anak. Sistem yang ada hanya menyaring mana yang kuat memaksakan diri belajar dan mana yang tidak sanggup menghadapi kenyataan kebobrokan sistem. Pemerintah harusnya tanggap akan masalah ini. Anak-anak sekolah ini hampir semuanya tertekan dalam proses belajarnya. Inilah yang membuat mereka begitu ekspresif ketika akhirnya mereka bisa lulus, bebas dari tekanan akademis. Sangat jarang yang bisa enjoy dalam menerima pelajaran yang ada. Padahal dengan rasa enjoy tersebut, seseorang akan belajar dengan ikhlas, semangat dan tentu saja dengan inisiatif yang tinggi. Dengan demikian akan dihasilkan generasi yang mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Ujian Nasional Bukan Satu-satunya Penentu Kelulusan

Beberapa waktu yang lalu, pemerintah telah banyak disorot mengenai pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Pelaksanaannya dinilai melanggar UU No 20 tahun 2003 pasal 58 tentang Sisdiknas dimana disebutkan bahwa Ujian Nasioanal bukanlah satu-satunya penentu kelulusan. Hal ini saya rasa adalah sebuah hal yang sangat positif. UN bukanlah sebuah parameter keberhasilan seorang siswa. Bahkan nilai akademik pun tidak menunjukkan kemampuan sebenarnya seorang anak. Nilai akademik baru bisa jadi tolak ukur jika dan hanya jika siswa telah disaring sesuai bakatnya. Sampai kapan pun tidak akan pernah nilai ujian bisa menjadi tolak ukur jika siswa direcoki dengan berbagai pelajaran secara membabi buta. Beban pelajaran yang ada hanya akan membuat siswa tertekan, dan pada akhirnya mereka hanya belajar hanya untuk memenuhi standar dan bukan karena kesadaran untuk pengembangan diri.

Orang Tua sebagai SUmber Ilmu Utama

Terlepas dari semua itu, orang tua adalah peletak dasar keilmuan bagi anak-anak. Bahkan ilmu yang terpenting, ilmu akhlak dan etika, merupakan tanggung jawab orang tua. Orang tua adalah pangkal dari rangkaian proses belajar seseorang. Orang tua harus peka terhadap perkembangan anak. Mereka harus tahu dan bisa membaca bakat dan minta anak-anak dan mengarahkan mereka sesuai minta dan bakat tersebut. Jangan sampai orang tua memaksakan seorang anak untuk memasuki dunia yang tidak disenanginya. Dengan demikian tidak akan ada anak-anak yang tertekan dalam belajar, dan pada akhirnya saya yakin tidak akan adalagi histeria  kelulusan yang berlebihan seperti yang kita lihat sekarang.

(Picture Taken From Media Indonesia )