Idul Fitri Tahun Ini

18 Oktober 2007 11.35 By Firdaus

Menjelang maghrib tanggal 11 Oktober 2007 lalu, hati ini dilingkupi gundah yang tak terkira. Penyebabnya tak lain adalah sms yang masuk ke Handphone kepunyaan saya yang berisi ucapan selamat lebaran. Lho, bukannya di kalender lebarannya baru nanti tanggal 13? Ternyata sang pengirim adalah pengikut salah satu organisasi islam di negara kita yang menetapkan 1 Syawal pada tanggal 12 Oktober 2007.

Terjadi lagi dan lagi. Negara kita memang aneh. Apa tidak bisa meng-klop-kan antara kenyataan dan ilmu. Bukankah ilmu itu adalah penjabaran kenyataan dalam bentuk yang direka-reka agar lebih mudah dipahami,dirumskan dan dikembangkan?

Sebanrnya dalam hati saya mengatakan klo 1 Syawal itu sesuai ilmu nya organisasi islam itu. Tapi sebagai abdi negara, sudah sepatutnya kalau saya mengikuti kenyataan dari rumusan pemerintah kita. Maka, jadilah saya berlebaran pada tanggal 13. Tidak usah dibahas apa saya masih puasa pada tanggal 12 nya, sebab itu satu perbincangan dengan perdebatan yang lain pula yang tentu harus melibatkan para Prof. dibidang ini. Bukan Cuma Prof. yang secara akademik diakui lewat ijazah, tapi juga para Prof. autodidak yang telah berguru sampai ke Afganistan area nun jauh di jazirah arab sana.

Terlepas dari perbedaan itu, Idul Fitri tetaplah Idul Fitri. Di dalamnya ada kehangatan, ada kebersamaan, ada persaudaraan, ada kebahagiaan, segala kebaikan ada pada hari itu.

Para jamaah shalat subuh sudah pulang dari masjid saat mom membangunkan saya. Kami sekeluarga tampaknya kesiangan shalat subuh. Segera saja saya ke kamar mandi melakukan ritual bangun tidur kemudian wudhu dilanjutkan dengan shalat sendiri. Sayang sekali. Peluang pahala berlipat-lipat kembali terlewatkan. Sehabis shalat saya langsung ke dapur mencari ketupat dan sup masakan kesukaan saya ketika lebaran. Dan benar saja, dimeja sudah tersedia. Setelah makan secukpnya, maklum lagi program diet, saya bergegas mandi.

Berhubung saya mandinya lama, ternyata saya ditinggal sendiri di rumah. Padahal sejak tadi mom sudah teriak-teriak memanggil supaya saya segera menyelesaikan urusan kamar mandi. Segera saja saya mengambil baju koko murahan yang untungnya telah saya setrika sore kemarin. Sarung sudah disediakan mom di meja komputer. Peci andalan juga sudah dicuci. Parfum???Ini lagi nih masalahnya. Segera saja saya ke lapangan dekat rumah dengan berjalan kaki dengan tergesa gesa. Ternyata sudah banyak orang dan saya kebagian shaf kedua, tapi dihitungnya dari belakang.



Sempat turun sedikit gerimis. Tapi tampaknya cuma sedikit ujian dari langit. Shalat berlangsung khidmad. Ceramah dibawakan oleh seorang Prof. dari salah satu perguruan tinggi islam di kota saya. Tapi aneh ceramahnya serasa seperti lagu nina bobo di telinga saya. Yang membuat saya bertahan adalah pembukaannya yang mengatakan kalau shalat Idul Fitri dan khutbahnya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Tapi kok ibu-ibu itu pada kabur ya??? Mungkin teringat kompor dirumah yang belum dimatikan, atau lupa kalau sudah saatnya sang anak di beri ASI, atau mungkin tamu bulanan tiba-tiba datang. Hahahahaha.



Saya sendiri bukannya khusyu mendengar ceramah, malah asik menjadi paparazzi. Tapi bagaimanapun proses ibadahnya, disana sini sangat terasa kebersamaanya. Bahkan anak kecil yang sering bertengkar karena petasan, sekarang bercengkrama bak sepasang kekasih saja. Sang opa pun tampak iri karena tak ada oma didekatnya. Oh……Saya jadi ingat seseorang…………..hehehehehe



Dan yang paling penting setalah lebaran tentulah bermaaf-maafan dan bersilaturahmi. Berhubung ini hari pertama masuk kantor, makanya baru sekarang saya bisa mengucapkan Selamat Idul Fitri Buat Teman-teman Semua. Maaf jika selama ini ada yang tidak berkenan dihati atas segala tindakan saya. Afwan. Semoga kita kembali ke fitri (tapi bukan nama cewek loh) dan mendapat predikat taqwa dihadapanNya. Dan semoga kita masih bertemu di Idul Fitri tahun depan yang saya harapkan satu seluruh Indonesia. Amin.

Makassar, 18 Oktober 2007

Reaksi: 

0 Respons:

Posting Komentar