R.I.P.

28 Mei 2011 15.11 By Firdaus

BLOG INI RESMI SAYA TUTUP
SEDIH MEMANG...TAPI SAMPAI DISINILAH TUGASNYA....MENJADI CATATAN SEJARAH SAYA SELAMA PERKULIAHAN. RUTINITAS YANG KINI SAYA JALANI BENAR-BENAR MEMBUNUH KREATIFITAS. TAPI SAYA JANJI, SETIDAKNYA PADA DIRI SAYA SENDIRI, SAYA AKAN KEMBALI...... :)

Reaksi: 

Kita Kini, Kita Selamanya

17 Desember 2010 23.41 By Firdaus , In
















Teman, Angin malam ini berhembus sejuk
Tiba-tiba kalaedoskop hari-hari kemarin berkelebat
Hari-hari panjang selama dua tahun kebersamaan kita
Malam ini menjadi malam yang sentimentil

Kawan, besok di sebuah ruangan
Kita akan berdiri sejajar
Tak memandang tiga koma atau dua koma
Tiga huruf akan bersemayam dibelakang nama kita bersama

Teman, besok ruangan itu akan menjadi altar
Di sana bersanding suka dan duka
Di sana bersanding senang dan merana
Di sana bersanding benci dan cinta
Di sana bersanding macam-macam ria dan asa
Di sana bersanding semua rasa atas usaha kita

Kawan, mungkin setelah esok kita jarang lagi berfriksi
Raga tidak lagi kelahi
Logika tidak lagi egois
Hati tidak lagi kudeta

Namun,

Teman, nanti... saat umur berkepala delapan
Pikun mungkin akan melemahkan ingatan
Namun kita, kalian, akan selalu menjadi goresan yang tak hilang
Goresan di memori hati, ada yang indah ada yang tak elok
Goresan yang akan ada sampai akhir hayat
Karena kita sekarang, adalah kita selamanya

Paus B07, 15 Desember 2010, malam sebelum Yudisium :)

Pict : Tribute to ratnaariani.wordpress.com

Reaksi: 

B I A S

11 Desember 2010 01.34 By Firdaus , In










apa kamu pernah melihat seberkas cahaya,

bergerak menembus dua spasial yang kerapatannya berbeda

bias

seperti itulah kadang adanya cinta

picture taken from http://fisika79.wordpress.com

Reaksi: 

Tentang Memangkas Rambut

28 Agustus 2010 00.48 By Firdaus



Masalah rambut bukan persoalan sepele. Kalau tidak percaya tengoklah harga-harga "pupuk" rambut. Ada yang harganya bisa untuk makan orang miskin sekeluarga selama seminggu. Mulai dari gel, hair cream, tonic, vitamin, shampo dan lain-lain, semuanya diciptakan manusia untuk perawatan mahkota manusia itu. Wajar memang, selain untuk kesehatan rambut itu sendiri, nilai estetika yang dikandungnya juga sangat tinggi. Tidak heran banyak orang yang rambutnya "kurang lebat" rela membeli penumbuh rambut yang mahal.
Namun bukan masalah kesuburan rambut itu yang membuat saya gelisah. Yang selalu jadi persoalan adalah ketika rambut saya sudah melebihi panjang normal yang diijinkan oleh tata krama pegawai negeri. Bagi sebagian orang, hal itu mudah. Tinggal ke barber shop, duduk, potong, bayar, beres. Bagi saya proses memotong rambut tidak sesederhana itu. Entah sudah berapa kali saya memotong rambut seumur hidup, namun tidak sampai sepuluh kali saya puas dengan hasilnya. Wajar saja mungkin karena saya hanya memotong di pangkas rambut pinggir jalan seharga Rp 8.000,- bonus pijat.
Berbekal rasa penasaran, saya ingin mencoba memotong rambut di salon yang cukup ternama. Pilihan saya, pilihan teman saya tepatnya, jatuh pada salah satu salon ternama yang nama pemiliknya mirip dengan legenda bulutangkis Indonesia. Siang itu kami berdua berangkat. Hal yang paling saya cemaskan adalah ketika si penata rambut bertanya "model apa mas??". Ingin rasanya menjawab, "model yang bikin saya ganteng seperti Goerge Clooney". Namun itu hal yang tidak masuk akal. Rambut, model wajah dan kharisma saya beda tentu saja. Hal inilah yang mungkin membuat saya selalu ditemani ibu saat memotong rambut sampai tingkat SMU. Saya butuh juru bicara.
Setiba di TKP dan setelah melalui serangkaian pra operasi, rambut saya mulai dipangkas. Yang memangkas seorang cewek, 20 tahunan, putih dan manis. Dia bekerja sangat berbeda dari tukang cukur pinggir jalan. Dia bekerja seolah rambut saya adalah raw material atas karya seninya. Dia mengerjakannya dengan sangat teliti, sedikit demi sedikit. Dia mempelajari karakter rambut saya. Dia juga mencoba memadukan karakter rambut, keinginan pelanggan dan solusi penyatuannya. Dia memberikan saran sesuai wewenang  estetis yang dimilikinya. Beberapa obrolan ringan mengalir diantara kami mengenai rambut dan beberapa hal lainnya. Akhirnya setelah beberapa lama, operasi selesai. Hasilnya ????? Sesuai apa yang saya instruksikan..... Bukan seperti yang saya harapkan memang, namun sudah tepat seperti yang saya minta.
Picture taken from http://downloadgambarlucu.blogspot.com/

Reaksi: 

Dirgahayu RI ke-65, sudahkah kita merdeka????

24 Agustus 2010 07.03 By Firdaus


Postingan OOT saya ini harusnya saya buat seminggu yang lalu. Namun karena kesibukan yang ada, maka baru kali ini saya sempat menuliskannya. Bulan Agustus selalu menjadi bulan yang penuh makna bagi bangsa Indonesia. Di bulan inilah Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa kita. Apa yang kita sudah raih selama 65 tahun sejak peristiwa bersejarah di Pegangsaan Timur itu???


Dosen saya berkelakar, Indonesia sebenarnya belum merdeka. Kita masih berada di pintu gerbang kemerdekaan, seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 (....mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia.......). Negara kita bagi sebagian besar rakyat mungkin belum mencerminkan kemerdekaan. Aset-aset nasional masih banyak dikuasai asing. Belum lagi intervensi politik asing atas berbagai kebijakan di negara ini. Dan yang paling aktual adalah peristiwa penangkapan pegawai negeri kita oleh aparat hukum Malaysia di perairan kita sendiri saat mereka sedang menjalankan tugas menangkap nelayan asing. Hal ini menunjukkan bagaimana kedaulatan kita masih diolok-olok oleh bangsa lain.
Terlepas dari itu, rakyat tetap semarak memeriahkan 17 Agustusan, meski tidak semarak biasanya berhubung bertepatan dengan bulan Ramadan. Saya mendapatkan ajakan untuk upacara di kampus. Namun saya malas dengan aturan keprotokoleran seperti itu. Ada banyak cara merayakannya, termasuk cara lain untuk upacara bendera.
Saya bangun setengah 10 hari itu. Suara berisik teman-teman yang ingin membeli bendera untuk dikibarkan yang membangunkan saya. Akhirnya kami mencari bendera di pasar. Setengah jam keliling, baru kami mendapat bendera. Banyak toko yang tutup hari itu. Dengan kayu dan tali rafia, kami pun mengibarkan bendera merah putih.
Merdekaaa....!!!!!!

Reaksi: