25 November 2009

My Facebook VS My Blog = Mie Instant vs Sop Konro


Manusia dalam hidupnya berada dalam sebuah ruang relasi tiga dimensi. Dimensi yang paling pertama adalah dimensi hubungan dengan penciptanya, yang kedua adalah dimensi dirinya sebagai mahluk individu dan yang ketiga dimensi dirinya sebagai mahluk sosial.
Ke-sosial-an manusia pada mulanya terjadi karena ketiadaan klorofil dalam dirinya (kalau memang ada yang tahu keberadaan manusia berklorofil, silahkan dilaporkan ke media untuk dimuat di acara semacam ripley bellieve it or not??, pasti dapat hadiah). Kemudian kebutuhan akan ke-sosial-an itu pada akhirnya menciptakan berbagai gaya komunikasi. Pada zaman sebelum masehi, orang-orang mungkin masih berkomunikasi dengan lisan atau isyarat tubuh. Dan ketika otak semakin maju, mulailah dikenal tulisan.
Namun itu cerita lalu. Sekarang ini, zaman yang bisa disebut sebagai zaman revolusi informasi, segala komunikasi berlangsung begitu kompleks. Internet yang pada awalnya menjadi hal yang tergolong mahal, sekarang sudah menjadi salah satu sarana komunikasi yang utama. Bahkan penulis sempat membaca diberita pada sebuah media on-line terkemuka (lagi-lagi bersumber dari internet), bahwa email akan punah dalam kurun waktu 10 tahun. Sebuah cerminan bagaimana revolusi teknologi informasi yang begitu cepat.
Saat ini, yang paling populer tentu saja situs jejaring facebook. Mulai dari anak sekolah dasar sampai yang sudah tidak muda lagi pun punya akun facebook. Desain interface yang menarik, aplikasi pihak ketiga yang cukup banyak, kemudahan penggunaan, dan feedback yang cukup dinamis menjadi ciri khas nya. Facebook menjadi tempat orang menumpahkan keluh kesahnya, menjadi ajang pamer, atau hanya sekedar membuat sensasi. Kemudahan ini membuat facebook menjadi media komunikasi yang praktis sebab berawal dari pemikiran instant, cara penyampaian instant dan penerimaan feedback yang instant. Sungguh suatu bentuk komunikasi yang instant tanpa batasan ruang dan waktu.
Dilain pihak, terlebih dahulu telah ada weblog. Sebuah alternatif bagi mereka yang ingin memiliki website pribadi namun tidak memiliki server sendiri. Blog menjadi media baru berekspresi bagi mereka yang suka dunia tulis menulis. Blog merupakan ajang komunikasi antara si penulis blog dan pembacanya. Para blogger bahkan tidak hanya menjalin komunikasi lewat postingan dan komen, namun juga membentuk komunitas-komunitas dan melakukan pertemuan off-line (baca kopdar). Blog memberikan berbagai fasilitas seperti penggunaan server gratis, kemudahan disain, dan beraneka aplikasi pihak ketiga untuk mempercantik blog. Bahkan sudah umum menjadikan blog sebagai tempat mencari nafkah.
Bagaimana membandingkan situs jejaring (baca facebook) dan blog saat ini??? Seperti mie instant dan sop konro. Mi Instant Facebook begitu mudah diracik, dalam waktu yang singkat, tanpa perlu pengetahuan takaran bumbu, dan hasilnya cukup untuk mengisi perut yang kosong. Namun dibalik ke-INSTANT-an selalu ada efek samping. Seperti halnya mie instant yang kurang sehat, keberadaan facebook juga dapat mematikan kreatifitas berpikir dan menulis, terutama bagi mereka yang sebelumnya akrab dengan blog. Sebagai efek domino, keberadaan facebook juga dapat membuat minat baca masyarakat turun yang pada akhirnya menurunkan kualitas pengetahuan masyarakat. Dilain pihak, Blog seperti sop konro. Sulit diracik, memerlukan waktu yang lama, butuh keahlian memasak tingkat tinggi dan hasilnya berupa cita rasa yang luar biasa. Sesederhana apapun sebuah postingan blog, diperlukan kemampuan menulis yang cukup yang tidak semua orang bisa dan senang melakukannya. Blogging hanya mampu menjadi ajang komunikasi bagi sejumlah kecil pengguna internet. Hal ini karena aktifitas blogging cenderung membosankan. Terutama bagi mereka yang blognya jarang mendapat kunjungan tamu. Disaat seperti itulah blog gagal menjadi sebuah alat komunikasi. Blog pada saat itu justru hanya menjadi alat dokumentasi pribadi.
Mana yang lebih baik??? Jawabannya tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Bargantung pada kadar penggunaan dan kebutuhan si pemakai. Bagi pekerja yang sibuk dan tinggal di kota besar, Mie Instant jadi solusi untuk mencegah rusaknya lambung. Pun demikian dengan facebook, sangat berguna untuk menjalin komunikasi dengan teman dan kerabat yang berjauhan bagi mereka yang sibuk. Meski demikian, tidak dianjurkan memakan mie instant berlebihan, sebab tidak baik untuk kesehatan pencernaan. Demikian juga memakan sop konro ,rentan menimbulkan penyakit darah tinggi, stroke, jantung dan penyakit menakutkan lainnya jika dikonsumsi secara berlebihan.

22 November 2009

Kupu-kupu Sombong
















Wahai kupu-kupu
Yang terbang mencari madu
Yang tak lagi seperti dulu

Kini engkau telah sombong
Mungkin karena terbang berbondong

Mengapa engkau begitu?
Apakah karena warnamu
Yang baru saja menyemu

Kalau tahu begini,
Akan kumintakan doa hari ini
Agar kau tetap menjadi kepompong yang sepi
Yang bergantung di dahan tepi
Terdiam tanpa henti

(Pict taken from http://www.ace-clipart.com )

20 November 2009

Buku Kedua Komunitas Blogger Makassar : Sop Konro Bagi Jiwa


Bermula dari pengumuman di milis komunitas AngingMammiri dan juga pada portal AngingMammiri tentang rencana pembuatan buku kedua komunitas ini yang mengangkat judul Konro Soup For Soul dengan tiga tema yaitu : Tentang Cinta, Pengorbanan dan Persahabatan, Tentang Sudut Pandang dan Pengajaran, Tentang Rasa Sakit, Kehilangan dan Ketabahan. Awalnya saya tidak memiliki nyali untuk mengirimkan tulisan saya untuk diseleksi, karena sadar kemampuan menulis saya yang sub standar. Namun ketika membaca pengumuman lebih lanjut disebutkan bahwa salah satu buku referensinya adalah buku One Gigabyte Of Love yang kebetulan salah satu koleksi saya, maka saya pun tertarik mengirimkan tulisan saya yang berjudul "Brownis Buat Ibu".
Setelah berbagai proses yang memakan waktu berbulan-bulan dan melenceng dari rencana awal, akhirnya sebentar lagi buku ini akan terbit dan tersedia di toko buku. Buku ini berisi 45 tulisan, curhatan, atau mungkin pengalaman para penulisnya (yang tergabung dalam komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri) yang dapat menjadi makanan bagi jiwa kita yang lapar akan inspirasi. Seperti judulnya Sop Konro Bagi Jiwa, buku ini diharapkan menjadi nutrisi jiwa yang rasanya tidak muda terlupakan.
Berikut ini adalah testimoni dari beberapa pembaca yang saya kutip dari blog Amril Taufik Gobel, salah satu editor buku ini :
  • Wicaksono aka Ndoro Kakung, jurnalis Majalah Tempo dan narablog (www.ndorokakung.com)
Saya selalu menyukai setiap buku kumpulan atau kompilasi tulisan. Dia tak hanya menjadi pemandu, melainkan juga sebagai penapis. Fungsinya memilihkan tulisan mana saja yang perlu dibaca. Saya melihat fungsi
ini pada buku kumpulan tulisan inspiratif hasil pilihan komunitas blogger Makassar, AngingMammiri, ini.
Kita mendapatkan tulisan-tulisan terbaik dari buku ini dalam pelbagai topik. Ditulis dalam gaya bahasa
yang ringan, kumpulan tulisan ini menjadi semacam oase jiwa pembacanya.


Penerbitan buku kedua komunitas AngingMammiri ini semakin mengukuhkan bahwa penulisan kreatif adalah ciri yang paling menonjol dari komunitas Blogger Makassar. Esai-esai dalam “Sop Konro untuk Jiwa” ini sangat inspiratif dan ditulis dengan baik. Bravo! 
  • Adria Kosasih, animator film Meraih Mimpi
Isinya menarik, berbagai cerita bisa didapat mulai dari kisah masa kecil, perasaan ibu kepada anaknya (suka bgt dengan cerita arti sebuah pelukan, terharu sampe sedikit sesek di dada), kisah cinta sepasang kekasih, sampai cerita kisah gay pun ada. Lengkap lah semuanya… Mirip sup konro, yang rasanya tidak langsung hilang.
Semangkok Sop Konro Hangat yang menyajikan paduan rasa yang lezat. Nukilan-nukilan pengalaman hidup yang sarat akan tangis, duka, sekaligus senyum dan tawa. Sebuah buku yang sarat akan makna dan cerminan hidup yang ada di sekeliling kita
Jadi jangan lewatkan untuk membeli buku ini baik untuk koleksi pribadi, hadiah kepada orang tua, teman, saudara, dan orang terdekat anda. Dijamin tidak menyesal, seperti anda tidak menyesal menyantap Sop Konro. :)

05 November 2009

Kiriman Datang...!!!!!!!

Setelah penantian yang panjang dan tak pasti, tepat hari rabu tanggal 04 Nopember 2009, saya mendapat telepon sakti. Beda-beda tipislah sama telepon dari istana cikeas saat pemilihan menteri kemarin. Hari itu sekitar jam 08.30 WIB di dalam kelas intermediet. Lagi ada acara makan-makan saat itu ketika ponsel saya berdering. Nomor baru, dan ketika saya mengangkat, ternyata itu dari jasa ekspedisi yang akan mengantarkan hadiah buat saya dari blogdetik. Namun ada kesulitan tampaknya. Bapak itu tidak tau alamat saya, saya pun tidak hafal RT dan RW tempat saya tinggal. Akhirnya lewat pemikiran yang matang dan cepat, saya memutuskan mengirimkan ke rumah teman saya saja yang lebih mudah dijangkau oleh peradaban. Dan akhirnya pada sore hari, kiriman itupun datang.















Alhamdulillah, isinya lumayan, meskipun nilai materilnya relatif kecil, namun mampu membangkitkan semangat untuk terus berkarya. Terima kasih atas apresiasi dari blogdetik. Sering-sering saja ya bikin lombanya :P















Dan satu lagi yang paling bermakna dari momen ini adalah : saya akhirnya punya kaos warna pink, yuhuuiiiiiiiii.......

01 November 2009

November Rain


Tidak terasa sudah bulan Nopember. Kali ini Nopember terasa pas dengan salah satu lagu dari band lawas. Yupzzz, Nopember kali ini diwarnai dengan musim hujan. Musim hujan yang memberi saya sedikit ujian berupa sedikit penyakit. Namun satu penyakit tidak menutup berbagai kebahagiaan saya di bulan Nopember ini. Dibulan ini ada banyak harapan. Ada banyak hadiah yang saya nantikan. Dan semuanya bukan karena Nopember ini adalah bulan kelahiran saya, namun secara kebetulan di bulan ini akan ada penerbitan buku Sop Konro bagi Jiwa yang memuat salah satu tulisan saya. Selain itu saya juga sedang menantikan kiriman hadiah hiburan dari blogdetik atas tulisan saya yang berhasil menjadi juara hiburan :) .
Dan terlepas dari semua itu, bulan Nopember selalu membawa suasana romantis. Entah mungkin karena rerintik hujannya, atau mungkin juga karena nyala lilin di kampung halaman saya nun jauh disana. Nyala lilin yang hampir setiap malam menjadi sumber cahaya akibat pemadaman bergilir dari PLN.

so never mind the darkness
we still can find a way
cause nothin' last forever
even cold November rain
-GNR-
 

antara tugas dan belajar | Design by iBloGraphics
brought to you by : allblogtools.com Blogger Templates