05 November 2009

Kiriman Datang...!!!!!!!

Setelah penantian yang panjang dan tak pasti, tepat hari rabu tanggal 04 Nopember 2009, saya mendapat telepon sakti. Beda-beda tipislah sama telepon dari istana cikeas saat pemilihan menteri kemarin. Hari itu sekitar jam 08.30 WIB di dalam kelas intermediet. Lagi ada acara makan-makan saat itu ketika ponsel saya berdering. Nomor baru, dan ketika saya mengangkat, ternyata itu dari jasa ekspedisi yang akan mengantarkan hadiah buat saya dari blogdetik. Namun ada kesulitan tampaknya. Bapak itu tidak tau alamat saya, saya pun tidak hafal RT dan RW tempat saya tinggal. Akhirnya lewat pemikiran yang matang dan cepat, saya memutuskan mengirimkan ke rumah teman saya saja yang lebih mudah dijangkau oleh peradaban. Dan akhirnya pada sore hari, kiriman itupun datang.















Alhamdulillah, isinya lumayan, meskipun nilai materilnya relatif kecil, namun mampu membangkitkan semangat untuk terus berkarya. Terima kasih atas apresiasi dari blogdetik. Sering-sering saja ya bikin lombanya :P















Dan satu lagi yang paling bermakna dari momen ini adalah : saya akhirnya punya kaos warna pink, yuhuuiiiiiiiii.......

01 November 2009

November Rain


Tidak terasa sudah bulan Nopember. Kali ini Nopember terasa pas dengan salah satu lagu dari band lawas. Yupzzz, Nopember kali ini diwarnai dengan musim hujan. Musim hujan yang memberi saya sedikit ujian berupa sedikit penyakit. Namun satu penyakit tidak menutup berbagai kebahagiaan saya di bulan Nopember ini. Dibulan ini ada banyak harapan. Ada banyak hadiah yang saya nantikan. Dan semuanya bukan karena Nopember ini adalah bulan kelahiran saya, namun secara kebetulan di bulan ini akan ada penerbitan buku Sop Konro bagi Jiwa yang memuat salah satu tulisan saya. Selain itu saya juga sedang menantikan kiriman hadiah hiburan dari blogdetik atas tulisan saya yang berhasil menjadi juara hiburan :) .
Dan terlepas dari semua itu, bulan Nopember selalu membawa suasana romantis. Entah mungkin karena rerintik hujannya, atau mungkin juga karena nyala lilin di kampung halaman saya nun jauh disana. Nyala lilin yang hampir setiap malam menjadi sumber cahaya akibat pemadaman bergilir dari PLN.

so never mind the darkness
we still can find a way
cause nothin' last forever
even cold November rain
-GNR-

14 Oktober 2009

Sehari di Pulau Tak Berpenghuni



Ketika sedang membuka folder foto-foto di laptop, tanpa sengaja saya menemukan satu folder yang isinya dokumentasi saat saya bersama enam orang sahabat saya berlibur ke sebuah pulau. Janganlah membayangkan liburan kami semacam berlibur ke pulau yang sudah ada fasilitas lengkapnya. Liburan kami kali ini menuju sebuah pulau yang tidak berpenghuni. Namanya Pulau Bakki.
Awalnya kami mendapat informasi mengenai pulau ini dari seorang ibu-ibu di angkot. Dan akhirnya pada suatu weekend, kami pun ingin mencoba menikmati alamnya. Dan satu hal yang pasti, kami tidak tahu kalau pulau itu tidak berpenghuni.
Kami berenam, semuanya laki-laki, bangun pagi-pagi, mandi dan melakukan aktifitas pagi lainnya. Tanpa ada persiapan bekal makan siang dan cemilan, hanya beberapa botol air, kami pun berangkat. Kami mengira disana mungkin ada yang berjualan makanan. Sebagai catatan bahwa kami berenam bekerja di salah satu kantor pemerintah di kota Parepare, sebuah kota yang terletak 155 KM sebelah utara Makassar. Untuk menuju Pulau Bakki dari Kota Parepare, kami menyewa angkot yang biasanya lewat di tempat yang kami duga tempat untuk menyebrang ke pulau itu. Dan petualangan kami pun dimulai.
Angkot pun berjalan. Saat bertanya ke sopir angkot dimana kami harus turun jika mau menyebrang ke pulau itu, si sopir pun bingung. Kami pun diturunkan di tempat yang diduga tempat untuk menyebrang ke pulau itu. Namun ternyata, setelah bertanya ke penduduk sekitar, bukan disitu tempat menyebrangnya. Kami pun mencoba bertanya ke penduduk lain. Setelah berjalan cukup jauh akhirnya ada yang menunjukkan arah kemana kami harus "melapor" jika ingin menyebrang.
Namun tidak sampai disitu, saat menuju tempat penyewaan perahu, nelayan pemilik perahu itu mengatakan bahwa harus meminta ijin dulu ke "pemilik" pulau itu. Kami mengira yang dia maksud pemilik adalah orang yang membeli dan menjadi pemilik resmi pulau itu. Bahkan saya sampai membayangkan dalam hati "wah, pulaunya pasti bagus karena sudah ada yang punya. Pasti sudah ada resortnya". Beberapa saat kemudian sang nelayan kembali. Saat itu saya menangkap kalau yang dimaksud pemilik adalah mahluk yang tak kasat mata. Huuuuuu.....
Kami pun menyebrang dengan perahu. Disekitar pulau itu tampak perahu nelayan nelayan. Semakin dekat ke pulau itu, semakin kami sadar bahwa disana tidak ada penghuninya selain seorang nelayan yang singgah. Kami pun sampai dan turun dari perahu dengan perjanjian kami akan di jemput sekitar jam 3 sore. Saat itu sekitar pukul 10 pagi. Tanpa makanan, dan hanya ada air, kami bisa kelaparan di pulau tak berpenghuni. Otak saya segera berpikir lincah. Bagaimana jika membeli saja ikan dari nelayan yang tadi ada disitu. Teman saya pun mengejar nelayan yang saat itu sudah akan pulang. Dari jauh kami memperhatikan tampak terjadi pembicaraan antara nelayan dan teman saya. Tak beberapa teman saya kembali membawa beberapa ikan kecil-kecil. Katanya nelayan itu tidak menjual ikan. Namun nelayan itu memberikan sedikit ikan hasil tangkapannya untuk kami. Gratisssss....

Yupzzz, pulau itu memang tidak berpenghuni. Hanya ada satu rumah panggung tua berdebu. Kami pun sebenarnya sedikit kecewa. Namun hal itu tidak menghalangi keceriaan kami bersama. Mulailah kami membakar ikan tadi dan makan bersama-sama, meski tidak cukup ,sedikit mentah, dan tanpa nasi dan sambal. Tidak lupa berfoto-foto ria, main di laut yang sayangnya kurang bagus buat berenang dan juga tentu saja mengelilingi pulau itu. Tidak banyak yang bisa dilakukan disana sampai akhirnya kami di jemput nelayan yang tadi mengantar kami. Di postingan ada beberapa foto saat kami berada disana :






Liburan yang aneh, namun satu hal bahwa sang "pemilik" pulau sepertinya ikut bergembira dan ceria bersama kami, meskipun kami tidak melihatnya dengan kasat mata.
(NB: Foto-foto ini tidak mengalami pengeditan digital selain meresize nya untuk memperkecil ukuran file)

12 September 2009

Happy 23th Birthday

12 Agustus 2009

Siklus Hidup

Pernahkah teman-teman mengalami kebingungan? Tidak tahu mengapa kita harus diciptakan dimuka bumi? Apa sebenarnya yang seharusnya kita lakukan dalam mengisi waktu keseharian kita? Bingung mengapa kita terjebak dalam siklus hidup yang berulang-ulang?
Minggu yang lalu, saya lupa tepatnya, saya tiba-tiba tersadar dari tidur. Dengan kondisi kepala, dan juga mungkin hati, masih kosong terlintas di kepala saya berbagai pertanyaan. Apa yang saya lakukan disini? Belajarkah? Menunggu ujian? Menunggu liburan? Menunggu masuk kuliah lagi? Menunggu lulus? Menunggu kerja lagi? Menunggu kuliah lagi dan berputar lagi?
Pertanyaan-pertanyaan itu melintas berputar diatas kepala saya. Membuat saya terguncang sampai beberapa hari. Membuat saya bingung akan apa sebenarnya tujuan hidup saya. Ternyata benar adanya, bahwa mencari jati diri yang sebenarnya tidaklah mudah. Namun satu hal yang bisa kita yakini saat kita sedang 'kosong' adalah bahwa kita diciptakan dimuka bumi ini untuk bisa berguna bagi orang lain. Meski pun mungkin hanya sebesar debu, nilainya akan sangat besar.
 

antara tugas dan belajar | Design by iBloGraphics
brought to you by : allblogtools.com Blogger Templates