Tentang Memangkas Rambut

28 Agustus 2010 00.48 By Firdaus



Masalah rambut bukan persoalan sepele. Kalau tidak percaya tengoklah harga-harga "pupuk" rambut. Ada yang harganya bisa untuk makan orang miskin sekeluarga selama seminggu. Mulai dari gel, hair cream, tonic, vitamin, shampo dan lain-lain, semuanya diciptakan manusia untuk perawatan mahkota manusia itu. Wajar memang, selain untuk kesehatan rambut itu sendiri, nilai estetika yang dikandungnya juga sangat tinggi. Tidak heran banyak orang yang rambutnya "kurang lebat" rela membeli penumbuh rambut yang mahal.
Namun bukan masalah kesuburan rambut itu yang membuat saya gelisah. Yang selalu jadi persoalan adalah ketika rambut saya sudah melebihi panjang normal yang diijinkan oleh tata krama pegawai negeri. Bagi sebagian orang, hal itu mudah. Tinggal ke barber shop, duduk, potong, bayar, beres. Bagi saya proses memotong rambut tidak sesederhana itu. Entah sudah berapa kali saya memotong rambut seumur hidup, namun tidak sampai sepuluh kali saya puas dengan hasilnya. Wajar saja mungkin karena saya hanya memotong di pangkas rambut pinggir jalan seharga Rp 8.000,- bonus pijat.
Berbekal rasa penasaran, saya ingin mencoba memotong rambut di salon yang cukup ternama. Pilihan saya, pilihan teman saya tepatnya, jatuh pada salah satu salon ternama yang nama pemiliknya mirip dengan legenda bulutangkis Indonesia. Siang itu kami berdua berangkat. Hal yang paling saya cemaskan adalah ketika si penata rambut bertanya "model apa mas??". Ingin rasanya menjawab, "model yang bikin saya ganteng seperti Goerge Clooney". Namun itu hal yang tidak masuk akal. Rambut, model wajah dan kharisma saya beda tentu saja. Hal inilah yang mungkin membuat saya selalu ditemani ibu saat memotong rambut sampai tingkat SMU. Saya butuh juru bicara.
Setiba di TKP dan setelah melalui serangkaian pra operasi, rambut saya mulai dipangkas. Yang memangkas seorang cewek, 20 tahunan, putih dan manis. Dia bekerja sangat berbeda dari tukang cukur pinggir jalan. Dia bekerja seolah rambut saya adalah raw material atas karya seninya. Dia mengerjakannya dengan sangat teliti, sedikit demi sedikit. Dia mempelajari karakter rambut saya. Dia juga mencoba memadukan karakter rambut, keinginan pelanggan dan solusi penyatuannya. Dia memberikan saran sesuai wewenang  estetis yang dimilikinya. Beberapa obrolan ringan mengalir diantara kami mengenai rambut dan beberapa hal lainnya. Akhirnya setelah beberapa lama, operasi selesai. Hasilnya ????? Sesuai apa yang saya instruksikan..... Bukan seperti yang saya harapkan memang, namun sudah tepat seperti yang saya minta.
Picture taken from http://downloadgambarlucu.blogspot.com/

Reaksi: 

0 Respons:

Posting Komentar