Bintang Bingung

16 Maret 2008 11.46 By Firdaus

Sekali lagi,

Saya bertanya dalam hati…

Apa yang salah sebenarnya?

Sebab saya yakin ini bukan salah siapa-siapa

Meskipun saya akui saya telah membuat kesalahan

Tidak pernah ada kesengajaan

Yang ada cuma niat membantu

Kenapa sifat cuek itu tiba-tiba hilang justru disaat pesan-pesan mulai dikirimkan???

Saat pesan-pesan bantuan disiasatkan

Perasaan memang tidak bisa dipersalahkan

Tapi waktu dan tempatanya yang mungkin tidak tepat

Entah kenapa saya yang biasanya hanya bisa luluh dalam jangka waktu yang lama,

bisa takluk oleh sepasang, eh bukan,tepatnya oleh empat mata

Oleh empat mata yang memandang

Yang pandangannya meneduhkan pasifik

Yang ketajamannya mengiris sampai ke organ yang paling kotor

Apa itu cinta???

Apa cinta tumbuh lebih cepat dari pe-padian

Bukankah kecintaan pak tani menyemai se-iring dengan padi-padi yang mulai meng-emas

Bukan pada saat bu tani ke pasar membeli benih

Apa ini emosi???

Tidak,

Sebab saya yakin Tuhan akan selalu memelihara miliknya

Lantas mengapa logika justru takluk oleh hati???

Sebab hati adalah cermin kejujuran

Apakah berbuat jujur sedemikian menyakitkannya saat ini???

Sangat tidak terbayangkan sebelumnya

Saya akan melakukan ini

Bukan masalah jatuh cintanya

Tapi mengapa cinta datang dalam sosok yang seperti pengkhianat???

Mengapa dia datang bukan seperti sejatinya cinta sejati

Saat menoleh kebelakang

Sempat ada pembelaan diri

Bukan kah sejak dulu cuma berkirim pesan???

Bukankah rasa itu ditahan, ditutup, dikekang, dipingit, dibelenggu, diikat, ditenggelamkan

Agar dia tidak liar

Tapi mengapa orang menuduh

Tuduhan yang seperti pisau, yang memotong tali pengikat

Tuduhan yang seperti kunci, yang membuka belenggu

Tuduhan yang seperti api, yang membakar semua segel

Tuduhan itulah yang memunculkan curiga

Tuduhan itulah yang membentuk benang kusut

Tanpa tuduhan itu, perasaan liar akan tetap terpenjara

Meski pasti ada derita

Setidaknya dia tidak menyebar derita

Tapi tuduhan tidaklah salah

Dia hanya menterjemahkan bahasa abstrak

Yang disesalkan mengapa dia bersuara begitu keras

Sampai sang mars mendengarnya

Sampai sang bulan menutup diri dengan gerhananya

Bukankah sang bulan memang pasangan sang bintang

Ataukah dia bukan bulan

Hanya bintang yang mencoba mendekati bintang lainnya

Yang orbitnya jusru mendekati bumi yang semakin panas setiap harinya

Namun apa yang bisa diperbuat

Selain mencoba merevitalisasi semua sarana dan prasarana yang rusak oleh hantamannya

Seperti di smallville

Namun radiasinya telah menciptakan mutant

Mutant yang seolah bermusuhan

Padahal mereka sama

Hanya sang bintang yang bingung

Mengapa bintangnya salah menghantam ke atmosfir bumi

Saat dia sadar akan menabrak bumi

Saat dia melawan gravitasi orbitnya

Semua sudah terlambat

Sang bumi telah bergejolak

Sang bintang hanya bisa bingung

Terkucilkan meski tidak dipersalahkan



(daus 4ever)
(Parepare, 30 Agustus 2007)

Reaksi: 

0 Respons:

Posting Komentar