Kekecewaan Terakumulasi

16 Maret 2008 11.48 By Firdaus

Aneh memang rasanya. Selamaini kami dekat.Tapi tidak ada status yang pasti. Kami saling sayang, tapi tidak saling terikat. Saya coba untuk meresmikan dalam sebuah hubungan, tapi dia ingin menundanya.

Tapi, itulah mungkin yang kadang membuat sakit. Saat ada sedikit masalah, maka ketidak jelasan hubungan itulah yang jadi tameng. SAYA YA SAYA, DIA YA DIA.

Kata itu dia kirim lewat sms. Saya sakit hati, kecewa, terpukul, sampai gemetaran. Ditambah demam yang tiba-tiba memanaskan tubuh dalam kedinginan plus sakit gigi akibat gigi berlubang. Lengkap sudah pendeitaan hari ini.

Timnas kalah kemain lawan Thailand kemarin. Tadi sore PSM cuma main seri dengan Persebaya meski sempt unggul. Hari ini betul-betul hari menyedihkan. Hari ini adalah hari dimana kekecewaan diri yang ada berhari-berhari,berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun terakumulasi kedalam sebuah wadah hati yang seolah-olah diisi minyak berton-ton yng kemudian dibakarnya begitu saja.

Hahahahahhahaha,hari ini saya tidak merasa sebagai manusia normal. Saya serasa hanya lalat yang diusir dari hidangan makanan. Kecil, hitam, tidak berarti. Saya serasa hanya sebuah properti shooting yang bebas dilempar-lemparkan sang aktris. Saya serasa orang gila yang memang merupakan asal kelahiran saya.

Saya, hari ini, hanya seseorang yang terbentuk dari akumulasi-akumulasi kekecwaan.

(untuk 07 Desemberku yang telah lewat, tunggu aku tahun depan)

Reaksi: 

0 Respons:

Posting Komentar